Rabu, 20 Agustus 2008

Kenyataan Cinta

Merasuki ruang waktu …
Berjalan mengiringi keramaian …
Selama ini kegalauan sempat menyelimuti jiwa
Sampai ada saat itu ...
Pertemuan pertama yang merubah segalanya ...
Berjalan sendiri dan menemukan banyak sekali kenyataan hidup ...
Lahir ... (panti cacat bagi balita)
Tua ... (panti jompo)
Sakit... (rumah sakit)
Mati ... (pemakaman)
Bandara udara ... perpisahan antara keluarga dan seseorang

Opening :
Rambut ketiup angin ...
Tidak mudah untuk menerima kenyataan kalau ternyata kadang cinta itu memang bertepuk sebelah tangan.
Namun waktu terus berjalan tanpa menunggu siapapun yang sedang bertanya atau mempertanyakan arti sesungguhnya cinta.
Ternyata aku marah. Marah pada kenyataan. Kenyataan kalau cintaku hanya bertepuk sebelah tangan.
Aku sering menuntut untuk bisa mendapatkan seluruh cinta dan hidupmu. Aku salah. Cinta nggak seharusnya seperti ini. Tapi aku sudah terlanjur cinta buta. Buta pada kenyataan hidup kalau cinta memang nggak bisa aku genggam seperti layaknya barang. Cinta itu sebuah energi yang maha menggetarkan di alam. Tidak bisa aku paksa atau atur untuk ada dan untuk menjadi, seperti yang aku inginkan.

Dan kita pun berpisah di jalan masing-masing. Dan masih terus bertahan hidup mengejar impian yang tertunda.
Sampai sebatas mana aku harus menantikan cinta ini dan belajar menerima kenyataan kalau ada cinta yang memang tak seharusnya. Cinta bukan seperti itu.

Cinta seharusnya mendamaikan dan memberikan ketenangan, bukan malah ketakutan.

Intro : Dia hanya inginkan tubuh ini, tapi bukan hati ini.
Dan aku pun harus belajar menerima kenyataan kalau apa yang aku butuhkan, tidak akan pernah sama dengan yang dia butuhkan.

Figuran :

Itu namanya Cuma dijadiin sex object, please deh, don`t be silly wake up girl. You deserve better man.
Dan kutinggalkan ruangan sepi itu. Aku mulai berjalan sendiri menyusuri jalan. Di sisi lampu lalu lintas, kulihat angkasa, barulah kusadari, inilah dunia nyata yang harus kuhadapi.
Dan dia terbangun tanpa diriku di sampingnya.
Aku sudah pergi jauh darinya.

- di taxi, perjalanan menuju bandara udara, melihat jam tangan –

flashback : kisah-kisah di malam terakhir dan perpisahan yang harus terjadi. Membawa koper untuk siap pergi jauh.

Masih terdiam sendiri di kamar serba putih itu, tanpa siapa-siapa, dan barulah tersadar. Seringkali penyesalan datang belakangan. Ketika perpisahan itu terjadi, barulah bisa dirasakan kalau rasa itu begitu berharga untuk disia-siakan.

”aku bukan malaikat, aku tidak ingin menjadi penyelamat hidup siapapun, aku hanya ingin menjadi seorang sahabat, memberikan cinta utuh yang menjadi kebaikan bagi dunia ini. Maafkan, karena aku sudah terlanjur salah menilai, aku salah menilai dirimu sebagai sesuatu yang bisa kurubah sesuai keinginanku. Aku fikir aku bisa merubah dunia dengan kedua tangan ini, dan aku kira aku bisa menyelamatkan orang-orang yang aku sayang, ternyata aku keliru, aku salah”

Semua sudah terlambat. Waktu tidak bisa mundur lagi. Dan dia pun terbangkit dari mimpi panjang yang selama ini menemani kesepian dan kekosongan hatinya. Ketika aku pergi, dan dia masih dengan dirinya, dengan angannya. Aku pun sadar, hidup adalah pilihan. Biarlah dia tumbuh berkembang ke arah yang dia pilih. Dan aku dengan pilihanku.

Bukan karena tidak mencintai, hanya saja tidak ingin sampai merusak.
Ada satu saat dimana diri ini terduduk kaku di sudut ruang, tak berdaya.
Apa yang harus kuperbuat dan bagaimana kuharus menerima kenyataan rasa ini.
Antara pilihan, harapan, dan kenyataan hidup yang terus bersorak sorai bingar.

Dan tidak mungkin jika berdiam diri tanpa berbuat apapun.
Aku sampai lelah peluh melihat roda waktu berputar, dan kita masih terdiam.
Tanpa tujuan. Padahal nafas ini begitu terbatas, tergantung nasib kita nantinya.
Biarlah kubertahan dalam segala pilu perih yang tak berujung akhir yang pasti.

Untuk kesekian kalinya termenung soal hidup soal kenyataan.
Hidup itu soal menerima dan memberi.
Menerima kondisi yang tidak bisa merubah.
Memberi segalanya untuk bisa memberikan sedikit perubahan bagi dunia.

Beda tipis cinta dan benci.
Sulit menebak dalamnya cinta.
Hanya mampu sesekali merasakan ada tidak.
Namun mudah untuk menjanjikan cinta.

Minggu, 10 Agustus 2008

Bersih dari Korupsi

Bersih Dari Korupsi?

Koruptor ada dimana-mana. Media terus membahas kasus-kasus korupsi yang terbongkar. Satu per satu para pelaku koruptor mulai diselidiki dan diadili, karena sudah mengambil yang bukan menjadi miliknya. Sudah merampas harta yang bukan porsinya. Dalam sekejap bui menyambut para pelaku korupsi. Korupsi artinya sudah mengambil uang milik negara. Itu yang biasanya kita dengar. Padahal korupsi terjadi tidak hanya di lembaga pemerintahan saja. Dimana-mana ada tindakan korupsi yang justru menjadi hal yang menarik untuk diperbincangkan. Ada 2 jenis korupsi yang bisa dilakukan oleh orang awam, yaitu :

1. Korupsi Waktu.

2. Korupsi Fasilitas Kantor.

Hukum sebab akibat terus berjalan dalam kehidupan ini. Walau tindakan tidak terlihat oleh orang lain tapi itu sudah menjadi satu sebab, dan suatu saat akan menjadi akibat nyata.

Karyawan biasanya mendapatkan fasilitas telpon gratis di kantor. Sebenarnya ini untuk mendukung tugas-tugas pekerjaan, tapi biasanya fungsinya beralih menjadi fungsi pribadi. Mulai dari telpon pacar, telpon rumah, telpon kantor side job, atau telpon tukang kredit mobil. Apalagi kalau pulsa tidak dibatasi, bebaslah para karyawan. Telpon pacar untuk tanya lagi ngapain, udah makan belum, dsb dsbnya. Telpon rumah biasanya bagi yang sudah berumah tangga, akan ngecek pembantu/ baby sitternya, sudah makan belum si kecil, atau mengingatkan jangan lupa ya kunci pintu. Itu korupsi pulsa telpon kantor. Selain itu ada juga fasilitas internet yang paling menggoda. Ada akses internet, karyawan bisa bebas chatting dan browsing apa saja yang dia sukai.

Penelitian USA (saya lupa siapa yang neliti) pernah menemukan bahwa produktivitas karyawan meningkat ketika diberikan fasilitas untuk chatting atau buka friendster. Nah loh? Gimana donk. Internet lagi-lagi dipakai untuk keperluan pribadi, untuk cari jodoh lah, untuk baca gossip, atau untuk email-emailan dengan teman. Fasilitas kantor yang lain adalah mesin foto copy yang dipakai untuk keperluan pribadi, mesin printer untuk kesenangan pribadi, dan juga mesin fax untuk hal lain selain urusan kantor.

Boleh nggak sih? Kalau peraturan perusahaan tentunya melarang karena itu akan memberikan kerugian bagi perusahaan. Sampai sebatas mana boleh/ tidaknya, itu masih perlu dibahas lebih lanjut. Sebenarnya ini masalah menahan hawa nafsu dan keinginan. Melihat ada yang gratis, nafsu serakah langsung bangkit, naluri “gak mau rugi”, dan obsesi menikmati segala hal yang free dan gratis.

Sekarang membahas soal korupsi waktu. Ada juga jenisnya, ada yang korupsi waktu tidur, korupsi jam kerja kantor, korupsi jam istirahat kantor, dan juga korupsi kehadiran kerja. Alasan seperti : sakit, urusan keluarga, ada saudara yang meninggal, pun dipakai untuk bilang ke bos kalau hari itu tidak bisa datang ke kantor. Walau sebenarnya ga sakit-sakit amat sih, tapi hanya ngantuk dan ga enak badan, tapi kalau bilang “sakit” biasanya boleh nggak masuk ke kantor. Selain itu korupsi waktu terjadi di jam-jam istirahat kantor, harusnya hanya 1 jam, bisa molor jadi 2 jam saking keasyikan shopping dan ngegosip. Bisa juga di tengah jam kantor, mencuri kesempatan untuk bisa nongkrong ngopi, keluar kantor untuk keperluan pribadi, atau merokok bareng rekan-rekan.

Memang godaan itu selalu ada yah. Waktu kecil dulu, kita sering mendengar pertanyaan tes, misalkan di jalanan ada uang 50 ribu, apa yang akan kamu lakukan? Ambil atau tidak ambil atau apa? Dan jawabannya bervariasi, ada yang bilang ambil aja, itu kan rezeki, atau jangan deh kasihan orang yang butuh uang itu. Bisa dibilang kita semua pernah belajar menjadi koruptor dan pantas juga untuk diadili dan dimasukkan dalam penjara, karena sudah merugikan orang lain atas perbuatan kita, dan sudah membahayakan keselamatan banyak orang. Saya pun akui kalau saya sudah sering terlibat dalam banyak kasus penyelundupan waktu dan fasilitas yang bukan menjadi hak saya. Untung belum ada jaksa penuntut koruptor waktu dan fasilitas kantor, kalau nggak, kantor pasti sepi karena karyawan-karyawannya diungsikan semua ke pengadilan atau bui J.

Segala hal harus ada titik awalnya. Dan hari ini saya bersama teman-teman sepakat untuk insaf dari tindakan korupsi dan nggak mau lagi merusak nilai hidup dengan tindakan Korupsi. Tindakan yang memberi kesenangan sesaat bagi diri sendiri tapi memberikan kerugian bagi banyak pihak. Rinciannya seperti ini, misalkan pulsa telpon lokal = Rp 3000,- per telponnya. Lalu ada sekitar 100 orang karyawan, total = Rp 300000,- per harinya, lalu dalam sebulan waktu kerja akan terkumpul sebanyak (20 X Rp 300.000,-)= Rp 6.000.000,- . Normalnya dalam sehari akan ada 3-4 kali telpon, dikalikan lagi 4 menjadi Rp 24.000.000,-. Kalau mau hitung untung rugi, sebenarnya Rp 24.000.000,- jika dibagi 100 orang, berarti ada Rp 240.000, - per orangnya. Setiap orang melakukan korupsi sebesar Rp 240.000,- per bulannya, dan jika sudah bekerja selama 1 tahun, akan terkumpul sebesar Rp 2.880.000,- jumlah korupsi yang sudah dilakukan. Hitung saja kalau sudah bekerja selama 5 tahun, 10 tahun, dan 20 tahun.

Anyway, jadi malu nih, karena ketika menulis ini, saya pun sedang melakukan korupsi waktu jam kerja kantor, sudah korupsi 15 menit jam kerja, untuk mengerjakan hal lain yang bukan tugas kantor. Dan komitmen untuk bisa bersih dari tindakan korupsi, bener-bener harus dimulai dari sekarang. Nggak perlu omongin orang korupsi, urusin orang lain, mending fokus aja dengan tugas masing-masing. Dengan ngegosipin orang lain selama 10 menit, itu berarti sudah korupsi waktu kerja sebanyak 10 menit. – get back work – Regards, Maeya.

Senin, 04 Agustus 2008

sinopsis...

01. Sinopsis “Quarter Life Crisis” (10 menit)

Usia pertengahan abad menjadi usia pencarian jati diri. Adalah kisah dua dewasa muda yang berjuang untuk mengejar impian hidupnya. Rachel (27), pengagum Slank, berjuang untuk bisa menjadi musisi muda, mengalami penolakan berkali-kali dari label, membuatnya bingung dengan arah hidupnya kedepan. Rachel berhadapan pada kenyataan ketika sahabatnya mengingatkan dirinya untuk hidup pada kenyataan. Sulitnya mendapatkan uang membuat Rachel bingung dengan apa yang harus dia pilih.

Dani (26), seorang penulis muda, juga mengalami hal yang sama, ingin menjadi penulis, tapi tidak pernah bisa berhasil menembus penerbit. Dani masih cukup tenang mengejar impian hidupnya, hingga suatu saat Dani harus berhadapan dengan kenyataan, dirinya harus memilih dan mengambil keputusan : terus mengejar impiannya atau melupakan sejenak impiannya itu. Sebuah mimpi di malam tidur Dani, membuat Dani berpikir ulang tentang impiannya. Orang yang Dani sayangi perlahan satu persatu meninggalkan dirinya, ruang ICU yang serba putih, tempat-tempat kenangan Dani, dan symbol-simbol yang membuat Dani tersadar akan kenyataan hidup/

Kedua manusia ini menjadi simbol kegelisahan ribuan, jutaan orang lainnya yang sebenarnya bingung dengan jati dirinya sendiri. Walau sudah bekerja di segitiga emas, pakai kemeja rapih, atau posisi di perusahaan idaman, ketidakpuasan masih sering menerjam manusia-manusia muda ini.

02. Sinopsis “X” (8 menit)

Pemain : Hendro * (masih dalam konfirmasi)

Ega (20thn) tidak pernah berharap menjadi seperti dirinya sekarang ini. Setiap hari Ega bercermin dan memaki dirinya sendiri. Ega benci pada kenyataan kalau dirinya ada. Mimpi-mimpi buruk sering hadir dalam bayangan Ega. Ega rindu ketenangan. Tapi Ega tidak pernah bisa mendapatkannya. Ega selalu merasa sendiri dan tidak ada yang peduli padanya.

Ega pun kembali ke masa lalu dulu ketika pertama kalinya Ega jatuh cinta pada seorang perempuan manis. Ega tidak pernah berani menyatakan perasaannya, karena Ega tidak pernah merasa dirinya ada. Ega yang diam-diam sering melihat perempuan idamannya. Perempuan yang ternyata hanya ada dalam khayalannya saja. Ega yang sering merasa tidak sempurna, karena pernah mengalami trauma masa lalu.

Ega tersadar ketika bertemu dengan seorang anak, 4 tahun, yang mengalami tumor mata, dan tidak pernah bisa hidup normal seperti anak biasa lagi. Pertemuan itu menjadi awal baru bagi Ega. Akankah Ega mampu menerima dirinya dan memaafkan dirinya?

by.maeya.

05 ag 08