Bersih Dari Korupsi?
Koruptor ada dimana-mana. Media terus membahas kasus-kasus korupsi yang terbongkar. Satu per satu para pelaku koruptor mulai diselidiki dan diadili, karena sudah mengambil yang bukan menjadi miliknya. Sudah merampas harta yang bukan porsinya. Dalam sekejap bui menyambut para pelaku korupsi. Korupsi artinya sudah mengambil uang milik negara. Itu yang biasanya kita dengar. Padahal korupsi terjadi tidak hanya di lembaga pemerintahan saja. Dimana-mana ada tindakan korupsi yang justru menjadi hal yang menarik untuk diperbincangkan.
1. Korupsi Waktu.
2. Korupsi Fasilitas Kantor.
Hukum sebab akibat terus berjalan dalam kehidupan ini. Walau tindakan tidak terlihat oleh orang lain tapi itu sudah menjadi satu sebab, dan suatu saat akan menjadi akibat nyata.
Karyawan biasanya mendapatkan fasilitas telpon gratis di kantor. Sebenarnya ini untuk mendukung tugas-tugas pekerjaan, tapi biasanya fungsinya beralih menjadi fungsi pribadi. Mulai dari telpon pacar, telpon rumah, telpon kantor side job, atau telpon tukang kredit mobil. Apalagi kalau pulsa tidak dibatasi, bebaslah para karyawan. Telpon pacar untuk tanya lagi ngapain, udah makan belum, dsb dsbnya. Telpon rumah biasanya bagi yang sudah berumah tangga, akan ngecek pembantu/ baby sitternya, sudah makan belum si kecil, atau mengingatkan jangan lupa ya kunci pintu. Itu korupsi pulsa telpon kantor. Selain itu ada juga fasilitas internet yang paling menggoda.
Penelitian
Boleh nggak sih? Kalau peraturan perusahaan tentunya melarang karena itu akan memberikan kerugian bagi perusahaan. Sampai sebatas mana boleh/ tidaknya, itu masih perlu dibahas lebih lanjut. Sebenarnya ini masalah menahan hawa nafsu dan keinginan. Melihat ada yang gratis, nafsu serakah langsung bangkit, naluri “gak mau rugi”, dan obsesi menikmati segala hal yang free dan gratis.
Sekarang membahas soal korupsi waktu. Ada juga jenisnya, ada yang korupsi waktu tidur, korupsi jam kerja kantor, korupsi jam istirahat kantor, dan juga korupsi kehadiran kerja. Alasan seperti : sakit, urusan keluarga, ada saudara yang meninggal, pun dipakai untuk bilang ke bos kalau hari itu tidak bisa datang ke kantor. Walau sebenarnya ga sakit-sakit amat sih, tapi hanya ngantuk dan ga enak badan, tapi kalau bilang “sakit” biasanya boleh nggak masuk ke kantor. Selain itu korupsi waktu terjadi di jam-jam istirahat kantor, harusnya hanya 1 jam, bisa molor jadi 2 jam saking keasyikan shopping dan ngegosip. Bisa juga di tengah jam kantor, mencuri kesempatan untuk bisa nongkrong ngopi, keluar kantor untuk keperluan pribadi, atau merokok bareng rekan-rekan.
Memang godaan itu selalu ada yah. Waktu kecil dulu, kita sering mendengar pertanyaan tes, misalkan di jalanan ada uang 50 ribu, apa yang akan kamu lakukan? Ambil atau tidak ambil atau apa? Dan jawabannya bervariasi, ada yang bilang ambil aja, itu kan rezeki, atau jangan deh kasihan orang yang butuh uang itu. Bisa dibilang kita semua pernah belajar menjadi koruptor dan pantas juga untuk diadili dan dimasukkan dalam penjara, karena sudah merugikan orang lain atas perbuatan kita, dan sudah membahayakan keselamatan banyak orang. Saya pun akui kalau saya sudah sering terlibat dalam banyak kasus penyelundupan waktu dan fasilitas yang bukan menjadi hak saya. Untung belum ada jaksa penuntut koruptor waktu dan fasilitas kantor, kalau nggak, kantor pasti sepi karena karyawan-karyawannya diungsikan semua ke pengadilan atau bui J.
Segala hal harus ada titik awalnya. Dan hari ini saya bersama teman-teman sepakat untuk insaf dari tindakan korupsi dan nggak mau lagi merusak nilai hidup dengan tindakan Korupsi. Tindakan yang memberi kesenangan sesaat bagi diri sendiri tapi memberikan kerugian bagi banyak pihak. Rinciannya seperti ini, misalkan pulsa telpon lokal = Rp 3000,- per telponnya. Lalu ada sekitar 100 orang karyawan, total = Rp 300000,- per harinya, lalu dalam sebulan waktu kerja akan terkumpul sebanyak (20 X Rp 300.000,-)= Rp 6.000.000,- . Normalnya dalam sehari akan ada 3-4 kali telpon, dikalikan lagi 4 menjadi Rp 24.000.000,-. Kalau mau hitung untung rugi, sebenarnya Rp 24.000.000,- jika dibagi 100 orang, berarti ada Rp 240.000, - per orangnya. Setiap orang melakukan korupsi sebesar Rp 240.000,- per bulannya, dan jika sudah bekerja selama 1 tahun, akan terkumpul sebesar Rp 2.880.000,- jumlah korupsi yang sudah dilakukan. Hitung saja kalau sudah bekerja selama 5 tahun, 10 tahun, dan 20 tahun.
Anyway, jadi malu nih, karena ketika menulis ini, saya pun sedang melakukan korupsi waktu jam kerja kantor, sudah korupsi 15 menit jam kerja, untuk mengerjakan hal lain yang bukan tugas kantor. Dan komitmen untuk bisa bersih dari tindakan korupsi, bener-bener harus dimulai dari sekarang. Nggak perlu omongin orang korupsi, urusin orang lain, mending fokus aja dengan tugas masing-masing. Dengan ngegosipin orang lain selama 10 menit, itu berarti sudah korupsi waktu kerja sebanyak 10 menit. – get back work – Regards, Maeya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar