Senin, 01 Februari 2010
I Still Love You
Kita pernah bikin film ini bareng ya... Quarter Life Crisis - a film ...
barusan kamu miscall aku setelah 1 tahun berlalu...
and ..
I still love you so much so so so much :) Good nite, baby...
Kamis, 04 September 2008
Nganguur
Lusi udah beberapa bulan jadian ama Rio. Tapi banyak yang nggak setuju. Bokapnya selalu nganjurin untuk cari cowok yang lebih mendingan. Apa sebab? Ternyata Rio nggak kerja, alias pengangguran. Padahal dari segi umur, Rio udah nggak pantes minta duit jajan melulu. Yang bikin Lusi tambah stres adalah Rio pasti sensi dan marah kalo disinggung soal nyari kerjaan.
Apa mungkin Lusi dan Rio bertahan?
Dear All, mungkin ini masalah kalian juga. Biasanya pihak ortu cewek nggak setuju anaknya jadian karena sang cowok masih belum kerja. Man, ini bukan cinta monyet lagi. Tapi masa persiapan sebelum pernikahan. Masa sih kalo nanti istri minta duit belanja, kita mesti minta dari duit jajan ke ortu. Waktu berubah, usia bertambah, tuntutan hidup pun demikian. Dulu kita mungkin dapet duit dengan gampang, tapi apa mau terus-terusan gitu?
Kenapa nganggur?
Ada dua kemungkinan kenapa orang bisa jadi pengangguran. Pertama, karena belum dapet kerja. Artinya, sedang nyari tapi belum ketemu. Maklum lowongan sempit sedangkan tenaga kerja, apalagi fresh graduate bejibun. Sebab kedua, nggak mau nyari kerja alias males-malesan. Mungkin dulu pernah nyari, tapi putus asa karena belum dapet kerjaan. Akhirnya, ya udah... life goes on.
Coba deh ajak cowokmu untuk mikirin masa depan. Itu salah satu bukti keseriusan. Pacaran kan bukan melulu isinya hura-hura dan jalan-jalan melulu. Pada akhirnya mesti mikirin ke pernikahan. Kalo emang dia udah sadar, bagus deh. Meski sekarang udah ada kesetaraan gender, cewek bisa jadi wanita karir tapi bukan berarti yang cowok nggak kerja dong. Laki-laki tetap berperan sebagai pencari nafkah.
Skill or attitude?
Sebab lain kenapa orang masih nganggur adalah masalah ketrampilan. Pekerjaan yang ada nggak sesuai dengan keahlian. Persyaratannya butuh orang S-1, tapi doi cuman S-kelapa muda. Atau masalahnya ada di sikap. Ada orang yang mau kerja tapi asal-asalan. Nentuin standar kerjanya sendiri. Misalnya sebagai kurir dia disuruh bawain sepuluh butir telur. Ternyata pecah tiga. Lalu dia beralasan, “Ah, biar aja! Kan gue udah usaha. Kesalahan kan wajar, namanya juga manusia. Nobody's perfect lah.”
Padahal orang yang mempekerjakan tentunya ingin agar sepuluh butir telur itu utuh. Atau kalo emang buat salah, ya jangan diulangin dong. Kenyataannya ada juga orang yang ndableg, nggak mau dibilangin. Ditegur malah marahin balik. Atau ngedumel dalam hati dan nggak mau ngubah sikap kerjanya. Nggak heran, kalo akhirnya dipecat.
What can I do?
Kalo emang masih sayang dan serius, nggak bisa gitu terus dong. Berikut ini ada beberapa tips untuk kamu yang pacarnya masih pengangguran:
- Bantuin dia cari kerja. Coba deh kalo baca koran, liatin iklan lowongan kerja. Siapa tau ada yang cocok buat dia.
- Cariin koneksi (dari bokap, om, tante, dll) yang bisa nerima dia kerja.
- Kalo masalahnya di skill yang kurang, motivasiin dia untuk meng-up grade kemampuannya. Ikutan kursus, atau lanjutin studi.
- Kalo masalahnya di sikap, karena males atau asal-asalan. Well, girls... Kayaknya hubungan kalian perlu dipertimbangkan untuk jangka panjang tuh.
- Give him time. Orang akan jadi terpacu jika diberi deadline. Jangan anggep masalahnya nggak ada. Tapi terus ingetin, “Say, kamu udah dapet kerja?”
Berpikir ke depan
Kalian nggak bisa terus-terusan minta duit jajan. Pada saatnya nanti harus mandiri. Sebagai cowok, salah satu wujud tanggung-jawab adalah dengan bekerja. Kalo nggak nanti anak-istri mau dikasih makan apa? Makanya mulai sekarang, belajar sungguh-sungguh supaya bisa dapet kerjaan yang bagus. Atau kamu bisa kerja sendiri, alias wirausaha. Dagang, jadi agen penjualan, anything. Pekerjaan yang kamu dapet mungkin nggak sesuai dengan gelar sarjana kamu. Terima dan kerjain aja dulu, sambil tetap nyari yang sesuai. Intinya, kalo mau usaha pasti ada jalan.
Lusi udah mantep dalam hatinya. Pas malam minggu, Rio berkunjung ke rumah. Lusi nyambut dengan senyum manis. “Say, kita kan udah lama pacaran. Kapan mau ngelamar?” Rio jadi gelagapan. “Hah, eeeh... nggak salah. Kita kan baru jadian selama setahun. Emang kamu serius? Emang ortu kamu ngasih ijin?” Hehe, Lusi dengan tenang dan tegas namun lembut melanjutkan, “Bukan yang itu. Kamu tuh lucu deh, Say. Maksudku, aku mau nanya, kapan kamu mau ngelamar kerja. Setelah itu baru kamu mikirin kapan mau ngelamar aku.”
Rabu, 20 Agustus 2008
Kenyataan Cinta
Merasuki ruang waktu …
Berjalan mengiringi keramaian …
Selama ini kegalauan sempat menyelimuti jiwa
Sampai ada saat itu ...
Pertemuan pertama yang merubah segalanya ...
Berjalan sendiri dan menemukan banyak sekali kenyataan hidup ...
Lahir ... (panti cacat bagi balita)
Tua ... (panti jompo)
Sakit... (rumah sakit)
Mati ... (pemakaman)
Bandara udara ... perpisahan antara keluarga dan seseorang
Rambut ketiup angin ...
Tidak mudah untuk menerima kenyataan kalau ternyata kadang cinta itu memang bertepuk sebelah tangan.
Namun waktu terus berjalan tanpa menunggu siapapun yang sedang bertanya atau mempertanyakan arti sesungguhnya cinta.
Ternyata aku marah. Marah pada kenyataan. Kenyataan kalau cintaku hanya bertepuk sebelah tangan. Aku sering menuntut untuk bisa mendapatkan seluruh cinta dan hidupmu. Aku salah. Cinta nggak seharusnya seperti ini. Tapi aku sudah terlanjur cinta buta. Buta pada kenyataan hidup kalau cinta memang nggak bisa aku genggam seperti layaknya barang. Cinta itu sebuah energi yang maha menggetarkan di alam. Tidak bisa aku paksa atau atur untuk ada dan untuk menjadi, seperti yang aku inginkan.
Dan kita pun berpisah di jalan masing-masing. Dan masih terus bertahan hidup mengejar impian yang tertunda.
Sampai sebatas mana aku harus menantikan cinta ini dan belajar menerima kenyataan kalau ada cinta yang memang tak seharusnya. Cinta bukan seperti itu.
Cinta seharusnya mendamaikan dan memberikan ketenangan, bukan malah ketakutan.
Intro :
Dan aku pun harus belajar menerima kenyataan kalau apa yang aku butuhkan, tidak akan pernah sama dengan yang dia butuhkan.
Figuran :
Itu namanya Cuma dijadiin sex object, please deh, don`t be silly wake up girl. You deserve better man.
- di taxi, perjalanan menuju bandara udara, melihat jam tangan –
flashback : kisah-kisah di malam terakhir dan perpisahan yang harus terjadi. Membawa koper untuk siap pergi jauh.
Ada satu saat dimana diri ini terduduk kaku di sudut ruang, tak berdaya.
Apa yang harus kuperbuat dan bagaimana kuharus menerima kenyataan rasa ini.
Antara pilihan, harapan, dan kenyataan hidup yang terus bersorak sorai bingar.
Aku sampai lelah peluh melihat roda waktu berputar, dan kita masih terdiam.
Tanpa tujuan. Padahal nafas ini begitu terbatas, tergantung nasib kita nantinya.
Biarlah kubertahan dalam segala pilu perih yang tak berujung akhir yang pasti.
Hidup itu soal menerima dan memberi.
Menerima kondisi yang tidak bisa merubah.
Memberi segalanya untuk bisa memberikan sedikit perubahan bagi dunia.
Sulit menebak dalamnya cinta.
Hanya mampu sesekali merasakan ada tidak.
Namun mudah untuk menjanjikan cinta.
Minggu, 10 Agustus 2008
Bersih dari Korupsi
Bersih Dari Korupsi?
Koruptor ada dimana-mana. Media terus membahas kasus-kasus korupsi yang terbongkar. Satu per satu para pelaku koruptor mulai diselidiki dan diadili, karena sudah mengambil yang bukan menjadi miliknya. Sudah merampas harta yang bukan porsinya. Dalam sekejap bui menyambut para pelaku korupsi. Korupsi artinya sudah mengambil uang milik negara. Itu yang biasanya kita dengar. Padahal korupsi terjadi tidak hanya di lembaga pemerintahan saja. Dimana-mana ada tindakan korupsi yang justru menjadi hal yang menarik untuk diperbincangkan.
1. Korupsi Waktu.
2. Korupsi Fasilitas Kantor.
Hukum sebab akibat terus berjalan dalam kehidupan ini. Walau tindakan tidak terlihat oleh orang lain tapi itu sudah menjadi satu sebab, dan suatu saat akan menjadi akibat nyata.
Karyawan biasanya mendapatkan fasilitas telpon gratis di kantor. Sebenarnya ini untuk mendukung tugas-tugas pekerjaan, tapi biasanya fungsinya beralih menjadi fungsi pribadi. Mulai dari telpon pacar, telpon rumah, telpon kantor side job, atau telpon tukang kredit mobil. Apalagi kalau pulsa tidak dibatasi, bebaslah para karyawan. Telpon pacar untuk tanya lagi ngapain, udah makan belum, dsb dsbnya. Telpon rumah biasanya bagi yang sudah berumah tangga, akan ngecek pembantu/ baby sitternya, sudah makan belum si kecil, atau mengingatkan jangan lupa ya kunci pintu. Itu korupsi pulsa telpon kantor. Selain itu ada juga fasilitas internet yang paling menggoda.
Penelitian
Boleh nggak sih? Kalau peraturan perusahaan tentunya melarang karena itu akan memberikan kerugian bagi perusahaan. Sampai sebatas mana boleh/ tidaknya, itu masih perlu dibahas lebih lanjut. Sebenarnya ini masalah menahan hawa nafsu dan keinginan. Melihat ada yang gratis, nafsu serakah langsung bangkit, naluri “gak mau rugi”, dan obsesi menikmati segala hal yang free dan gratis.
Sekarang membahas soal korupsi waktu. Ada juga jenisnya, ada yang korupsi waktu tidur, korupsi jam kerja kantor, korupsi jam istirahat kantor, dan juga korupsi kehadiran kerja. Alasan seperti : sakit, urusan keluarga, ada saudara yang meninggal, pun dipakai untuk bilang ke bos kalau hari itu tidak bisa datang ke kantor. Walau sebenarnya ga sakit-sakit amat sih, tapi hanya ngantuk dan ga enak badan, tapi kalau bilang “sakit” biasanya boleh nggak masuk ke kantor. Selain itu korupsi waktu terjadi di jam-jam istirahat kantor, harusnya hanya 1 jam, bisa molor jadi 2 jam saking keasyikan shopping dan ngegosip. Bisa juga di tengah jam kantor, mencuri kesempatan untuk bisa nongkrong ngopi, keluar kantor untuk keperluan pribadi, atau merokok bareng rekan-rekan.
Memang godaan itu selalu ada yah. Waktu kecil dulu, kita sering mendengar pertanyaan tes, misalkan di jalanan ada uang 50 ribu, apa yang akan kamu lakukan? Ambil atau tidak ambil atau apa? Dan jawabannya bervariasi, ada yang bilang ambil aja, itu kan rezeki, atau jangan deh kasihan orang yang butuh uang itu. Bisa dibilang kita semua pernah belajar menjadi koruptor dan pantas juga untuk diadili dan dimasukkan dalam penjara, karena sudah merugikan orang lain atas perbuatan kita, dan sudah membahayakan keselamatan banyak orang. Saya pun akui kalau saya sudah sering terlibat dalam banyak kasus penyelundupan waktu dan fasilitas yang bukan menjadi hak saya. Untung belum ada jaksa penuntut koruptor waktu dan fasilitas kantor, kalau nggak, kantor pasti sepi karena karyawan-karyawannya diungsikan semua ke pengadilan atau bui J.
Segala hal harus ada titik awalnya. Dan hari ini saya bersama teman-teman sepakat untuk insaf dari tindakan korupsi dan nggak mau lagi merusak nilai hidup dengan tindakan Korupsi. Tindakan yang memberi kesenangan sesaat bagi diri sendiri tapi memberikan kerugian bagi banyak pihak. Rinciannya seperti ini, misalkan pulsa telpon lokal = Rp 3000,- per telponnya. Lalu ada sekitar 100 orang karyawan, total = Rp 300000,- per harinya, lalu dalam sebulan waktu kerja akan terkumpul sebanyak (20 X Rp 300.000,-)= Rp 6.000.000,- . Normalnya dalam sehari akan ada 3-4 kali telpon, dikalikan lagi 4 menjadi Rp 24.000.000,-. Kalau mau hitung untung rugi, sebenarnya Rp 24.000.000,- jika dibagi 100 orang, berarti ada Rp 240.000, - per orangnya. Setiap orang melakukan korupsi sebesar Rp 240.000,- per bulannya, dan jika sudah bekerja selama 1 tahun, akan terkumpul sebesar Rp 2.880.000,- jumlah korupsi yang sudah dilakukan. Hitung saja kalau sudah bekerja selama 5 tahun, 10 tahun, dan 20 tahun.
Anyway, jadi malu nih, karena ketika menulis ini, saya pun sedang melakukan korupsi waktu jam kerja kantor, sudah korupsi 15 menit jam kerja, untuk mengerjakan hal lain yang bukan tugas kantor. Dan komitmen untuk bisa bersih dari tindakan korupsi, bener-bener harus dimulai dari sekarang. Nggak perlu omongin orang korupsi, urusin orang lain, mending fokus aja dengan tugas masing-masing. Dengan ngegosipin orang lain selama 10 menit, itu berarti sudah korupsi waktu kerja sebanyak 10 menit. – get back work – Regards, Maeya.
Senin, 04 Agustus 2008
sinopsis...
01. Sinopsis “Quarter Life Crisis” (10 menit)
Usia pertengahan abad menjadi usia pencarian jati diri. Adalah kisah dua dewasa muda yang berjuang untuk mengejar impian hidupnya. Rachel (27), pengagum Slank, berjuang untuk bisa menjadi musisi muda, mengalami penolakan berkali-kali dari label, membuatnya bingung dengan arah hidupnya kedepan. Rachel berhadapan pada kenyataan ketika sahabatnya mengingatkan dirinya untuk hidup pada kenyataan. Sulitnya mendapatkan uang membuat Rachel bingung dengan apa yang harus dia pilih.
Dani (26), seorang penulis muda, juga mengalami hal yang sama, ingin menjadi penulis, tapi tidak pernah bisa berhasil menembus penerbit. Dani masih cukup tenang mengejar impian hidupnya, hingga suatu saat Dani harus berhadapan dengan kenyataan, dirinya harus memilih dan mengambil keputusan : terus mengejar impiannya atau melupakan sejenak impiannya itu. Sebuah mimpi di malam tidur Dani, membuat Dani berpikir ulang tentang impiannya. Orang yang Dani sayangi perlahan satu persatu meninggalkan dirinya, ruang ICU yang serba putih, tempat-tempat kenangan Dani, dan symbol-simbol yang membuat Dani tersadar akan kenyataan hidup/
Kedua manusia ini menjadi simbol kegelisahan ribuan, jutaan orang lainnya yang sebenarnya bingung dengan jati dirinya sendiri. Walau sudah bekerja di segitiga emas, pakai kemeja rapih, atau posisi di perusahaan idaman, ketidakpuasan masih sering menerjam manusia-manusia muda ini.
02. Sinopsis “X” (8 menit)
Pemain : Hendro * (masih dalam konfirmasi)
Ega (20thn) tidak pernah berharap menjadi seperti dirinya sekarang ini. Setiap hari Ega bercermin dan memaki dirinya sendiri. Ega benci pada kenyataan kalau dirinya ada. Mimpi-mimpi buruk sering hadir dalam bayangan Ega. Ega rindu ketenangan. Tapi Ega tidak pernah bisa mendapatkannya. Ega selalu merasa sendiri dan tidak ada yang peduli padanya.
Ega pun kembali ke masa lalu dulu ketika pertama kalinya Ega jatuh cinta pada seorang perempuan manis. Ega tidak pernah berani menyatakan perasaannya, karena Ega tidak pernah merasa dirinya ada. Ega yang diam-diam sering melihat perempuan idamannya. Perempuan yang ternyata hanya ada dalam khayalannya saja. Ega yang sering merasa tidak sempurna, karena pernah mengalami trauma masa lalu.
Ega tersadar ketika bertemu dengan seorang anak, 4 tahun, yang mengalami tumor mata, dan tidak pernah bisa hidup normal seperti anak biasa lagi. Pertemuan itu menjadi awal baru bagi Ega. Akankah Ega mampu menerima dirinya dan memaafkan dirinya?
by.maeya.
05 ag 08
Selasa, 22 Juli 2008
Krisis : Cinta, Menikah, Pasangan Hidup, Intimacy
Memilih pacar/ kekasih/ calon suami/ calon istri, ternyata sama complicatednya seperti masa-masa mencari pekerjaan waktu baru lulus sarjana dan wisuda. Banyak kriteria yang harus dipenuhi sebelum akhirnya mendapatkan seseorang yang memang pas untuk dijadikan teman hidup dan bisa dijadikan pilihan terakhir untuk membangun rumah tangga.
Banyak masalah yang muncul dalam kisah percintaan dan cinta akan selalu menjadi topik hangat yang nggak akan pernah basi.
Krisis ada berbagai bentuk dan tipenya, ada yang gara-gara cinta bisa krisis percaya diri, krisis identitas diri, dan juga krisis dompet karena cinta.
Yang belum punya pacar, bakal merasa desperado dan krisis pede, karena kok nggak laku-laku.
Yang udah pacaran sampe 8 tahun, bakal bingung dan krisis keyakinan sama pasangannya, karena kok nggak ada tanda-tanda bakal dinikahi.
Yang punya sahabat dan sahabatnya udah pada nikah bahkan udah gendong balita, jadi mulai berfikir apa something wrong dengan nya ya kok dia belum juga ada tanda-tanda menikah.
Yang pacaran beda agama, mulai pusing karena mau nentuin pemberkatan dimana kok nggak ketemu ketemu titik temunya.
Yang pacaran backstreet, mulai desperado karena kok nggak worth it juga untuk dipertahankan tuh hubungan.
Dan berbagai krisis lainnya. Biasanya krisis muncul karena :
1. Sengaja/ Nggak sengaja membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Khususnya, ketika mantan pacar udah kirim undangan nikah, naluri cemburu amarah pun bangkit, shit, kenapa kok dia udah ngeduluin gue!
2. Nggak dapet-dapet pacar. Akhirnya jadi menghukum diri sendiri kalau dirinya ini memang payah dan nggak laku dan memang pantas nggak dapet pacar.
3. Ortu nggak merestui. Nggak punya pacar dibilang nggak laku, pas udah punya pacar dan cocok eh belum selesai juga karena ortu nggak suka. Kadang dengan alasan klise : kayaknya nggak ok deh pacar kamu tuh. Dan kalau ortu udah omong A, kita sebagai anak harus ikutin, biasanya ortu akan bilang : ortu tuh udah makan asam garem, jangan ngelawan deh, daripada nyusahin diri sendiri dan orang lain nantinya.
4. Takut disakiti, takut gagal, apalagi begitu banyak berita kegagalan percintaan artis selebritis, kurang apalagi coba, udah sama sama cakep kaya, sama agama, tapi bisa gagal juga, apalagi orang biasa??? Trauma kegagalan perkawinan orang tua pun bikin takut untuk menjalin hubungan lebih jauh lagi.
5. Hati berkata enakan being single karena bebas dan bisa puas nikmatin hidup, tapi suara besar selalu bilang nikah itu enak, melihat pesta pernikahan megah bawaannya jadi pingin nikah juga, enak kali ya kalau tiap pagi di samping kita udah ada yang temenin juga.
So, welcome to a love crisis...
Fase yang sangat menyenangkan di usia 25an tahun ini supaya lebih dewasa dan mateng lagi, memang perlu ada krisis...
Krisis Agama (1)
Ketika krisis melanda, butuh ketenangan. Agama menjadi solusi.
Masalah mampu dihadapi dan hati bisa tenang juga.
Tugas baru pun menanti yaitu : membantu orang lain untuk bisa tenang juga dan bisa hadapi masalah juga.
Ada beberapa jenis agama dan hampir semua agama memiliki 1 prinsip yang sama, yaitu : agama ini yang terbaik dan mampu memberikan kebahagiaan.
Saya pernah mengalami titik itu, haruskah saya menganggap agama saya yang terbaik dan menganggap agama lain tidak terbaik?
Dan dilema terjadi ketika keberanian untuk mengajak orang lain ikut ke agama saya, belum sebesar keyakinan saya kalau agama ini yang terbaik.
Kekasih yang berbeda agama, pelan tapi pasti saling mempengaruhi
Berharap salah satu akhirnya terpengaruh untuk pindah agama
Kan, repot kalau nanti punya anak dan harus pilihin agama
Pergumulan batin pun menjadi teman setia : buktikan kekuatan agama ini dengan nasib kita lalu orang lain akan otomatis tertarik untuk pindah agama kita.
